Langsung ke konten utama

Postingan

Tak Perlu, Tapi Masih Saja Ingin Khawatir

Dulu, pernah ada suatu masa... Saya ditanyain orang, dan orang heran dengan keputusan saya untuk melanjutkan kuliah di Jogja. Sambil kerja pula."Kenapa enggak di luar negeri aja S2-nya?"
"Yaelah masih aja di sini."
"Sayang banget lho, padahal kayaknya kamu memenuhi kualifikasi untuk kuliah di luar negeri."Kala itu, jawaban saya selalu sama:
Emang sejak awal nggak pingin kuliah di luar negeri.Ya nggak pingin aja.Pernah nyaris mencoba daftar, tapi ya dibelokkan Allah untuk berada di tempat yang sama. Yang pernah merasakan kuliah&bekerja tentu tahu betul bagaimana perjuangannya. Capek dan hari libur dieliminasi tanpa ampun, tapi di sisi lain sungguh bahagia karena masih berkesempatan memenuhi kebutuhan orang lain saat harus memenuhi kebutuhan diri sendiri dalam menyelesaikan kuliah.Ketika saya hampir lulus S2, seorang teman yang sedang berjuang menunggu pengumuman beasiswa kuliah di luar negeri pernah bilang, "Kamu udah hampir selesai S2, sedangkan …
Postingan terbaru

Pemimpin Nggak Hanya Soal Mau Mendengarkan

Pernah nggak kamu liat gambar di media sosial yang menyantumkan tentang bedanya "bos" dan "pemimpin"? Kamu bisa mencarinya melalui mesin pencarian daring, ya.Nah, dari gambar tersebut, secara garis besar bisa kita lihat bahwa pemimpin akan fokus pada tim, bukan dirinya sendiri. Ngomong-ngomong soal tim, amanah seseorang ketika menjadi pimpinan memang salah satunya memastikan pekerjaan tim berjalan dengan baik. Lantas bagaimana memastikan amanah sang pimpinan telah berjalan dengan baik?Here we go!
"Mau mendengarkan aspirasi" adalah karakter utama seorang pemimpin yang diidamkan banyak orang. Namun, yang lebih penting adalah meninjau bagaimana cara sang pimpinan dalam mendengarkan aspirasi. Kenapa penting? Kalau metodenya nggak sesuai, maka pencapaiannya bisa aja akan kurang tepat sasaran dan amanahnya pun jadi kurang maksimal dijalankan.Banyak yang menyatakan bahwa salah satu cara "mendengar" sekaligus memastikan bahwa amanah telah dijalankan ada…

#JumuahBerfaedah - Melupakan Rentetan Doa


Beberapa hari ini saya dapat amanah menyunting 2 naskah buku yang ditulis guru dari Tanggamus (masih kurang 45 halaman 😭). Ini pengalaman baru karena biasaya saya menyunting naskah fiksi.

Suatu malam saya berpikir, mungkin ini cara Allah mewujudkan doa yang pernah terpanjatkan. Sejak dulu saya pingin bisa nulis buku tentang pendidikan, tapi belum terwujud karena dikalahkan perasaan nggak mumpuni.

Selama menyunting, mau tak mau saya membaca dengan seksama&jadi belajar lagi materi tentang pendidikan.

"Ini sih bukan cuma diwujudkan, tapi diajak belajar lagi sama Allah." Batin saya.

Sontak saya merefleksi segala hal yang diinginkan (kadang pinginnya pun cuma ngucap, nggak niat). Ternyata, ada banyak pengalaman yang nggak hanya harus saya syukuri, tapi juga sadari bahwa itu bukti Allah kabulkan doa saya..., dalam bentuk dan waktu yang menurutNya baik.

Dulu, saya pingin banget kuliah di jurusan psikologi. Udah sampai lobby chantique ke orang tua, tapi nggak ketur…

#JumuahBerfaedah - Pulang untuk Belajar Mendengarkan

Akhir pekan lalu, saya berkunjung ke Ibu Kota dan melanjutkan perjalanan ke Cileungsi untuk hadir ke acara Rapat Kerja TurunTangan Jakarta, komunitas yang sudah lama saya kenal dan ‘serumah’ di TurunTangan. Dipercaya menjadi fasilitator pada acara itu sejujurnya bukan hanya jadi hal menyenangkan, tetapi juga mengobati kerinduan saya pada ruh TurunTangan.
Beberapa hari sebelum acara, saya hanya berpikir bahwa hasil dari raker adalah timeline kegiatan setahun ke depan yang tak hanya harus dirancang, tetapi juga harus disepakati semua pihak agar nantinya langkah mereka tak hanya kuat masing-masing, tetapi juga sinergis. Saya ingat betul, suatu malam beberapa hari sebelum acara, saya sempat banyak ngobrol dengan Diana yang bertanggungjawab pada acara, tentang konsep sebuah rapat kerja.
Sepertinya sudah terlalu membosankan jika rapat kerja tanpa disadari dijadikan ajang saling balas dan saling jegal. Ketika ada ide dari A, maka akan selalu ada pertanyaan dan tanggapan dari peserta rapat lain…

#JumuahBerfaedah - Wakaf Energi untuk Negeri

Di penghujung 2017, dengan membaca halaman ini mari kita merefleksi sejenak tentang peran anak bangsa yang mau 'bergandengan' untuk mengupayakan perbaikan.
Bila selama ini kita sudah terlalu sering menyadari bahwa ada banyak bidang yang masih harus terus diperbaiki, artinya kita juga perlu membangun kesadaran dan kemauan untuk turun tangan di berbagai bidang.

Cukupkanlah wakaf energi tuk berbondong-bondong meneriaki 1 hal yang kita anggap salah, bahkan mengalami kemunduran. Sebab, ada banyak sudut yang masih butuh tenaga, pikiran, dan kecintaan kita dalam aksi nyata.
Tak perlu lagi bandingkan keberhasilan orang di bidang-bidang tertentu, karena Indonesia terlalu luas untuk dikotak-kotakkan. Sudah terlalu sering kita memertanyakan tentang bidang mana yang harus lebih dulu diperbaiki? Mana yang harus jadi fokus utama anak bangsa? Dari beberapa anak muda di gambar ini, kita bisa melihat bahwa Indonesia tak boleh sekadar jadi medan kompetisi. Tak perlu lagi berambisi menjadi yang te…

#JumuahBerfaedah - Memelihara Kekosongan

Di dunia yang riuh ini, ada saja manusia yang justru merasa butuh menepi sejenak. Bisa dibilang menyendiri. Dulu, orang-orang yang menyendiri ini selalu dianggap aneh. Un-social. Namun, hari ini, kita semua makin sadar bahwa 'kekosongan' itu perlu dipelihara. Mengosongkan diri dari hiruk-pikuk sekitar, termasuk keriuhan dunia, lalu menyelami diri sendiri. Dalam fase menyendiri atau mengosongkan diri, tanpa kita sadari, sebetulnya kita justru sering diingatkan tak ada yang betul-betul kosong dan kita hadapi sendiri. Perlu sekat jelas tentang hal ini. Menepi dari keramaian, tapi memastikan bahwa relung-relung diri justru makin terisi dengan 'suaraNya'. Makin banyak yang kembali diserahkan, makin lapang pula diri dari kekecewaan. Sejatinya, manusia yang sedang menyingkirkan diri memang rata-rata malah untuk menyiptakan waktu berkualitas bagi jiwa dan Tuhannya. Ibaratnya, bila kita ingin punya waktu ngobrol lebih banyak dengan si A, maka waktu bersama si B dan lainnya aka…

#MendalamiMendalam di Minggunya Malioboro

Hari ini sebetulnya saya sudah merencanakan untuk menyelesaikan banyak hal. Mulai dari menulis untuk buku kedelepan dan kesembilan, menyelesaikan kompilasi tulisan yang dikerjakan sejak beberapa hari lalu, hingga rekap pemesanan buku keenam.

Namun sayangnya, partner terbaik yang tak dapat digantikan harus istirahat terlebih dahulu. Sejak Sabtu kemarin laptop perjuangan harus dirawat, dan baru bisa diambil besok pagi. Walhasil, saya cuma bisa melakukan pekerjaan melalui ponsel.
"Ini kayaknya emang disuruh istirahat, setelah sebulan ini gedebukan nyelesein banyak project." Batin saya menghibur diri. Aslinya sih jelas kepikiran. Semua deadline akhirnya mundur. 😢

Pagi tadi, saya memutuskan 'loncat' dari Stasiun Tugu ke Malioboro. Bila selama ini banyak waktu saya habis untuk berbicara di depan orang, hari ini saya memilih untuk menghentikannya sejenak. Saya hanya jadi pengamat, pendengar, tanpa terlibat obrolan panjang (kecuali dengan penjaga tiket Trans Jogja, Penjual…