Langsung ke konten utama

Postingan

Pemimpin Nggak Hanya Soal Mau Mendengarkan

Pernah nggak kamu liat gambar di media sosial yang menyantumkan tentang bedanya "bos" dan "pemimpin"? Kamu bisa mencarinya melalui mesin pencarian daring, ya.Nah, dari gambar tersebut, secara garis besar bisa kita lihat bahwa pemimpin akan fokus pada tim, bukan dirinya sendiri. Ngomong-ngomong soal tim, amanah seseorang ketika menjadi pimpinan memang salah satunya memastikan pekerjaan tim berjalan dengan baik. Lantas bagaimana memastikan amanah sang pimpinan telah berjalan dengan baik?Here we go!
"Mau mendengarkan aspirasi" adalah karakter utama seorang pemimpin yang diidamkan banyak orang. Namun, yang lebih penting adalah meninjau bagaimana cara sang pimpinan dalam mendengarkan aspirasi. Kenapa penting? Kalau metodenya nggak sesuai, maka pencapaiannya bisa aja akan kurang tepat sasaran dan amanahnya pun jadi kurang maksimal dijalankan.Banyak yang menyatakan bahwa salah satu cara "mendengar" sekaligus memastikan bahwa amanah telah dijalankan ada…
Postingan terbaru

#JumuahBerfaedah - Melupakan Rentetan Doa


Beberapa hari ini saya dapat amanah menyunting 2 naskah buku yang ditulis guru dari Tanggamus (masih kurang 45 halaman 😭). Ini pengalaman baru karena biasaya saya menyunting naskah fiksi.

Suatu malam saya berpikir, mungkin ini cara Allah mewujudkan doa yang pernah terpanjatkan. Sejak dulu saya pingin bisa nulis buku tentang pendidikan, tapi belum terwujud karena dikalahkan perasaan nggak mumpuni.

Selama menyunting, mau tak mau saya membaca dengan seksama&jadi belajar lagi materi tentang pendidikan.

"Ini sih bukan cuma diwujudkan, tapi diajak belajar lagi sama Allah." Batin saya.

Sontak saya merefleksi segala hal yang diinginkan (kadang pinginnya pun cuma ngucap, nggak niat). Ternyata, ada banyak pengalaman yang nggak hanya harus saya syukuri, tapi juga sadari bahwa itu bukti Allah kabulkan doa saya..., dalam bentuk dan waktu yang menurutNya baik.

Dulu, saya pingin banget kuliah di jurusan psikologi. Udah sampai lobby chantique ke orang tua, tapi nggak ketur…

#JumuahBerfaedah - Pulang untuk Belajar Mendengarkan

Akhir pekan lalu, saya berkunjung ke Ibu Kota dan melanjutkan perjalanan ke Cileungsi untuk hadir ke acara Rapat Kerja TurunTangan Jakarta, komunitas yang sudah lama saya kenal dan ‘serumah’ di TurunTangan. Dipercaya menjadi fasilitator pada acara itu sejujurnya bukan hanya jadi hal menyenangkan, tetapi juga mengobati kerinduan saya pada ruh TurunTangan.
Beberapa hari sebelum acara, saya hanya berpikir bahwa hasil dari raker adalah timeline kegiatan setahun ke depan yang tak hanya harus dirancang, tetapi juga harus disepakati semua pihak agar nantinya langkah mereka tak hanya kuat masing-masing, tetapi juga sinergis. Saya ingat betul, suatu malam beberapa hari sebelum acara, saya sempat banyak ngobrol dengan Diana yang bertanggungjawab pada acara, tentang konsep sebuah rapat kerja.
Sepertinya sudah terlalu membosankan jika rapat kerja tanpa disadari dijadikan ajang saling balas dan saling jegal. Ketika ada ide dari A, maka akan selalu ada pertanyaan dan tanggapan dari peserta rapat lain…

#JumuahBerfaedah - Wakaf Energi untuk Negeri

Di penghujung 2017, dengan membaca halaman ini mari kita merefleksi sejenak tentang peran anak bangsa yang mau 'bergandengan' untuk mengupayakan perbaikan.
Bila selama ini kita sudah terlalu sering menyadari bahwa ada banyak bidang yang masih harus terus diperbaiki, artinya kita juga perlu membangun kesadaran dan kemauan untuk turun tangan di berbagai bidang.

Cukupkanlah wakaf energi tuk berbondong-bondong meneriaki 1 hal yang kita anggap salah, bahkan mengalami kemunduran. Sebab, ada banyak sudut yang masih butuh tenaga, pikiran, dan kecintaan kita dalam aksi nyata.
Tak perlu lagi bandingkan keberhasilan orang di bidang-bidang tertentu, karena Indonesia terlalu luas untuk dikotak-kotakkan. Sudah terlalu sering kita memertanyakan tentang bidang mana yang harus lebih dulu diperbaiki? Mana yang harus jadi fokus utama anak bangsa? Dari beberapa anak muda di gambar ini, kita bisa melihat bahwa Indonesia tak boleh sekadar jadi medan kompetisi. Tak perlu lagi berambisi menjadi yang te…

#JumuahBerfaedah - Memelihara Kekosongan

Di dunia yang riuh ini, ada saja manusia yang justru merasa butuh menepi sejenak. Bisa dibilang menyendiri. Dulu, orang-orang yang menyendiri ini selalu dianggap aneh. Un-social. Namun, hari ini, kita semua makin sadar bahwa 'kekosongan' itu perlu dipelihara. Mengosongkan diri dari hiruk-pikuk sekitar, termasuk keriuhan dunia, lalu menyelami diri sendiri. Dalam fase menyendiri atau mengosongkan diri, tanpa kita sadari, sebetulnya kita justru sering diingatkan tak ada yang betul-betul kosong dan kita hadapi sendiri. Perlu sekat jelas tentang hal ini. Menepi dari keramaian, tapi memastikan bahwa relung-relung diri justru makin terisi dengan 'suaraNya'. Makin banyak yang kembali diserahkan, makin lapang pula diri dari kekecewaan. Sejatinya, manusia yang sedang menyingkirkan diri memang rata-rata malah untuk menyiptakan waktu berkualitas bagi jiwa dan Tuhannya. Ibaratnya, bila kita ingin punya waktu ngobrol lebih banyak dengan si A, maka waktu bersama si B dan lainnya aka…

#MendalamiMendalam di Minggunya Malioboro

Hari ini sebetulnya saya sudah merencanakan untuk menyelesaikan banyak hal. Mulai dari menulis untuk buku kedelepan dan kesembilan, menyelesaikan kompilasi tulisan yang dikerjakan sejak beberapa hari lalu, hingga rekap pemesanan buku keenam.

Namun sayangnya, partner terbaik yang tak dapat digantikan harus istirahat terlebih dahulu. Sejak Sabtu kemarin laptop perjuangan harus dirawat, dan baru bisa diambil besok pagi. Walhasil, saya cuma bisa melakukan pekerjaan melalui ponsel.
"Ini kayaknya emang disuruh istirahat, setelah sebulan ini gedebukan nyelesein banyak project." Batin saya menghibur diri. Aslinya sih jelas kepikiran. Semua deadline akhirnya mundur. 😢

Pagi tadi, saya memutuskan 'loncat' dari Stasiun Tugu ke Malioboro. Bila selama ini banyak waktu saya habis untuk berbicara di depan orang, hari ini saya memilih untuk menghentikannya sejenak. Saya hanya jadi pengamat, pendengar, tanpa terlibat obrolan panjang (kecuali dengan penjaga tiket Trans Jogja, Penjual…

#JumuahBerfaedah - Revolusi Dimulai dari Siapa pun, Terutama Ibu

Beberapa waktu lalu, tepatnya 2 Desember 2017, saya menghadiri sebuah diskusi yang diadakan oleh KM Pascasarjana Ketahanan Nasional UGM. Tema diskusinya adalah tentang kepemimpinan pemuda zaman now, dan menghadirkan wakil bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin yang biasa disapa Mas Ipin. Rasanya sudah lama saya tak menghadiri diskusi dengan tema kepemimpinan. Mendengarkan Mas Ipin bercerita tentang latar belakang dirinya dan program-program pemerintah Trenggalek, serta mendengarkan pertanyaan para peserta, saya merasa ada energi luar biasa yang masuk pada diri. Energi yang saya rindukan.
Saat media sibuk memberitakan korupsi e-KTP, dalam diskusi itu Mas Ipin berhasil ‘menampar’’ saya dengan, “Sudahlah, anak cucu kita butuh warisan energi dari kita. Jadi jangan habiskan energi untuk mengingat Novanto aja. Lakukan kebaikan bareng.”
Bagi saya, yang diungkapkan Mas Ipin ini bukan soal ketidakpedulian dengan korupsi, tapi mengingatkan soal proritas energi yang harus diatur. Ada banyak lini k…