Langsung ke konten utama

'cihuy' nya ber #sosial

ber #sosial itu bukan sekedar memberi, tweeps..
sekarang smakin byk org yg sadar ber #sosial
tp, kalo sekedar memberi artinya membiasakan pihak yg kita beri untuk tergantungan dgn org lain #sosial
ber #sosial kpd yg mmbutuhkan,dgn cara lain itu ada yg lebih indah lho tweeps
misalnya, berikan modal usaha lalu arahkan mmbuka suatu usaha. istilah jawanya dituntun #sosial
pastikan penerima bs mengembangkannya dgn baik dan terarah #sosial
konsen ke sedikit org, berikan santunan dn arahkan smpe dia bs mghidupi diri sendiri #sosial
itu td contoh nya mmbri modal usaha.nah,klo mau ngasih ke yg msh sekolah gmn?beasiswa jwbnnya, tweeps
beasiswa bukan cm mmfasilitasi biaya bulanan dan SPP #sosial
selain mmfasilitasi biayanya, beri bimbingan belajar.apa tujuannya? #sosial
tujuannya utk mengarahkan penerima sukses dlm pembelajaran..santunan dan bimbel continue, tweeps #sosial
sampe kapan continue nya? #sosial
usahakan sampe penerima sukses.mksdnya,smpe sekolahnya selesai.ketika melihat dia sukses krn kita arahkan,rasanya itu...sesuatu :') #sosial
ibaratnya gini, tweeps.dia sakit,berobatkan.dia lapar,belikan makan.dia ingin sekolah,sekolahkan #sosial
beri sesuai yg dia butuhkan..dan continue..mksdnya ga selalu cash ya #sosial
knp ga selalu cash?ya, untk mmastikan bnr2 bermanfaat ssuai yg dibutuhkan atau tdk.. #sosial
mari ubah cara dan mindset.mmberi dlm bentuk cash itu baik kok.tp ternyata ada cara yg lebih 'cihuy' #sosial
kalo skdar cash,dikhawatirkan malah mmbuat pihak penerima jd ketergantungan..Indonesia apa kabar klo rakyatnya ketergantungan?hehe #sosial
 semoga bermanfaat dan mmbawa pd perbaikan.salam peduli dan mari ber #sosial good night!

*kumpulan kultwit #sosial on twitter
follow me @rizkamamalia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghina (Guru) mu.

Renungan hari ini.Hari ini kita terlampau sering menemukan orang-orang yang sibuk memaki. Lebih dahsyat, yang dimaki ini guru bagi banyak orang, walau baginya, ya, dia bahkan tak tahu siapa yang sedang dimaki.Seringkali kita mengingatkan diri, bahwa ada banyak pesan dan amalan yang kita dapatkan dari guru. Bahkan guru pula yang menjadi salah satu tauladan bagi kita. Kita contoh. Lantas kemudian kita akan sedih dan sakit bila guru kita dimaki dengan mudahnya.Lebih dalam lagi, saya berpikir. Mereka yang memaki ini bukan berarti tidak tahu betapa pentingnya meneladani seorang guru. Bukan berarti ia tak punya guru. Ia tentu punya guru, hanya tak sama dengan kita.Guru kita bukanlah guru baginya. Barangkali itu yang kemudian membuat ia sangat enteng berkata kasar hingga meremehkan.Maka, di balik rasa sedih dan sakit kala melihat guru kita dimaki dan dihina, semoga kita tak lupa bersyukur. Bersyukur karena guru kita tak pernah memberi dan menjadi contoh bagaimana memaki dan menghina, sehingg…