Langsung ke konten utama

Dari Seorang Calon Istri, Untuk Seorang Calon #suami

teruntuk #suami ku kelak
engkau imamku.engkau ayah dr anak2 kita. #suami
tiada kuingin kecewakan engkau, #suami ku
namun sungguh, kuharap engkau tau aku tidak jauh berbeda dgn wanita pd umumnya #suami
aku tidak sepintar aisyah, karna itulah aku ingin kita berdua membangun kepintaran #suami
bukan hanya untuk kita berdua.namun jg untuk anak kita kelak.iya,kelak kita akan punya anak, #suami ku..
inginku, keturunan kita akan sesholeh ayahnya,dan lebih sholihah dariku.. #suami
ya, aku tidak sesholihah Khadijah. yg menjadi istri sempurna Nabi Muhammad. namun sungguh, besar inginku. . #suami
menjadi istri sholihah untukmu, ibu yg cerdas dan bijak untuk anak kita. koki yg mahir untuk keluarga, dan teladan yg baik #suami
sungguh, engkaulah pasti lelaki sholeh yg dikirimkan Allah untukku,dan keturunan kita #suami
bimbing aku,bawa aku,ajak aku kpd jalan Allah yg ditunjukkan kepadamu #suami
aku tidak secantik dan seanggun fatimah. kelak kulitku akan berkeriput.rambutku akan memutih #suami
maka, kuharap engkau mencintai, dan membimbingku sbg makmum yg perlu kau tuntun.semoga kau berkenan dgn kekuranganku #suami
sekarang, boleh engkau bilang cinta kepada wanita lain.siapapun.. #suami
namun kelak,bermula dr sebuah titik, pastikan kita akan membuat garis menuju pada ridho Allah.. #suami

kumpulan tweet #suami on twitter.
follow me @rizkamamalia

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berani Bikin Mimpi, Berani Mewujudkan (cerita saya tentang #30HariMenulisNovel)

Tuhan memang sutradara kehidupan manusia. Ia selalu Maha Baik dan Maha Cinta tiada terkira. Buktinya Dia selalu memberi kesempatan manusia untuk mempunyai mimpi dan mewujudkannya. Saya selalu ingat, “berani membuat mimpi harus berani mewujudkan”. Ya, rasanya percuma kita berpikir keras untuk menciptakan mimpi-mimpi yang sangat indah jika kita bayangkan hal itu akan tercapai, tetapi kita keenakan membayangkan sampai lupa mewujudkannya.

                Satu lagi ‘anak tangga’ yang akhirnya baru mulai saya lewat. Ini berawal dari kekaguman saya kepada Pak Dahlan Iskan. Selama ini banyak yang bertanya, “kenapa sih, Dahlan Iskan?”. Jawabannya cukup saya yang tahu. Karena kalaupun saya share, tiap orang punya pandangan beda-beda, bukan?

                Saya sama seperti anak muda lainnya, ingin sekali bertemu dengan orang yang diidolakan. Walaupun saya kagum dengan Pak Dahlan, perlu di ketahui saya selalu gagal menghadiri macam-macam seminar nasional yang mengha…