Langsung ke konten utama

Harusnya Kamu Bernama Tampan.

Harusnya kamu bernama Tampan.
Tuhan melimpahkan rahmat pada tiap manusia yang mengenalmu.
Rantai napasmu menyimpan rangkaian kesholehan penebar ilmu.

Harusnya kamu bernama Tampan.
Air muka yang rupawan bukan lagi masalah bonus duniawi.
Ia terajut begitu santunnya dengan tutur dan makna yang tersaji.

Harusnya kamu bernama Tampan.
Langit seisinya memahami segala lakumu,
namun mereka menunggu Tuhan menitipkan kasih dalam syahdu.

Harusnya kamu bernama Tuhan.
Semesta terasa lembab oleh jejak kaki yang bertumpuk doa darimu.
Lahir dan batinmu,
melengkapi cerita dan menuntun persiapkan akhiratku.

Ya, harusnya kamu bernama Tampan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berani Bikin Mimpi, Berani Mewujudkan (cerita saya tentang #30HariMenulisNovel)

Tuhan memang sutradara kehidupan manusia. Ia selalu Maha Baik dan Maha Cinta tiada terkira. Buktinya Dia selalu memberi kesempatan manusia untuk mempunyai mimpi dan mewujudkannya. Saya selalu ingat, “berani membuat mimpi harus berani mewujudkan”. Ya, rasanya percuma kita berpikir keras untuk menciptakan mimpi-mimpi yang sangat indah jika kita bayangkan hal itu akan tercapai, tetapi kita keenakan membayangkan sampai lupa mewujudkannya.

                Satu lagi ‘anak tangga’ yang akhirnya baru mulai saya lewat. Ini berawal dari kekaguman saya kepada Pak Dahlan Iskan. Selama ini banyak yang bertanya, “kenapa sih, Dahlan Iskan?”. Jawabannya cukup saya yang tahu. Karena kalaupun saya share, tiap orang punya pandangan beda-beda, bukan?

                Saya sama seperti anak muda lainnya, ingin sekali bertemu dengan orang yang diidolakan. Walaupun saya kagum dengan Pak Dahlan, perlu di ketahui saya selalu gagal menghadiri macam-macam seminar nasional yang mengha…