Langsung ke konten utama

#eaaaa

Dulu, kupikir, menyibukkan diri akan  100% menyenangkan. Sebagai orang yang memang tak bisa diam, aku memang senang dengan segala kesibukan. Kewajiban tuk ke sana-sini sendirian, datang dan pergi sekadar bertemu orang untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman di luar kota. Namun, sepertinya Tuhan sedang menegurku.

Orang lain, bahkan kamu, mungkin melihatku terlalu sibuk, bahkan sangat sibuk. Nah, sepertinya Tuhan sedang menegurku, sekarang. Aku mulai sering kesal terlihat begitu sibuk dan dikatakan sibuk oleh banyak orang, termasuk kamu. Padahal sesungguhnya, tak semua yang kukerjakan adalah hal serius.
Sering kali aku terlihat sibuk hanya karena tak betah diam. Tak jarang aku memilih pergi sendirian, bukan untuk pekerjaan, tetapi untuk liburan.

Andai kamu tahu, kadang orang yang nampak sibuk sebetulnya bukan orang-orang yang banyak pekerjaan, tetapi karena memang tak mau diam. Ada yang kurang dalam hidupnya kalau ia terlalu banyak diam.


Oh ya, satu lagi. Kadang, orang yang kamu lihat begitu sibuk, sesungguhnya punya kesibukan lain. Mendoakanmu dari jauh dan berharap kau pun sibuk berjuang agar bisa memperjuangkan masa depan, denganku. #eaaaa :"))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghina (Guru) mu.

Renungan hari ini.Hari ini kita terlampau sering menemukan orang-orang yang sibuk memaki. Lebih dahsyat, yang dimaki ini guru bagi banyak orang, walau baginya, ya, dia bahkan tak tahu siapa yang sedang dimaki.Seringkali kita mengingatkan diri, bahwa ada banyak pesan dan amalan yang kita dapatkan dari guru. Bahkan guru pula yang menjadi salah satu tauladan bagi kita. Kita contoh. Lantas kemudian kita akan sedih dan sakit bila guru kita dimaki dengan mudahnya.Lebih dalam lagi, saya berpikir. Mereka yang memaki ini bukan berarti tidak tahu betapa pentingnya meneladani seorang guru. Bukan berarti ia tak punya guru. Ia tentu punya guru, hanya tak sama dengan kita.Guru kita bukanlah guru baginya. Barangkali itu yang kemudian membuat ia sangat enteng berkata kasar hingga meremehkan.Maka, di balik rasa sedih dan sakit kala melihat guru kita dimaki dan dihina, semoga kita tak lupa bersyukur. Bersyukur karena guru kita tak pernah memberi dan menjadi contoh bagaimana memaki dan menghina, sehingg…