Langsung ke konten utama

Mencari Passion, Menemukan Kebahagiaan. #2

Setelah di tulisan sebelumnya kita telah 'ngobrol' tentang definisi passion dan konsep passion map (dapat diakses di sini ), sekarang kita akan beralih ke hubungan passion dengan misi dan komunikasi.

Passion bukan hanya hal sepele yang dapat kita jadikan tameng dalam memilih dan melakukan sesuatu. Passion tak mampu lepas dari makna hidup. Hidup yang bukan sekadar tentang konsistensi, tetapi bagaimana kita terus memperbaiki prioritas. Keberanian untuk tumbuh dan bekembang, berani melakukan yang kita anggap benar dan membuat bahagia. Sedangkan makna bahagia sendiri begitu luas dan tiap orang akan memiliki fokus yang berbeda dalam memaknainya. Hidup dan passion adalah tentang pergerakan, bukan penempatan posisi atau jabatan. Jika dikaitkan dengan karier, yang terpenting bukan jabatannya, tetapi peran yang ditunjukkan dalam bergerak. Hal penting yang harus diperhatikan dalam bergerak adalah energi dan kebahagiaan. Selama ini kita sering bicara tentang manajemen waktu. Padahal sesungguhnya, waktu tak dapat kita atur. Ia akan tetap 24 jam. Yang mampu kita atur adalah energi untuk memanfaatkan waktu yang 24 jam itu. Jadi, mulai sekarang mari belajar mengatur energi.
            Dalam bergerak kita harus fokus pada energi dan kemampuan yang kita miliki. Do with what we have, not with what we wish have. Kita tak punya banyak waktu untuk terlalu berandai-andai dalam hal kemampuan. Lakukan dengan kemampuan yang kita miliki, dan jangan lupa sambil belajar tumbuh dan berkembang, seperti yang sebelumnya saya sampaikan. Bicara passion takkan lepas dari bagaimana kita melihat dan menghadapi masalah. Untuk melihat masalah, hal penting yang perlu kita lakukan adalah berani memulai percakapan yang bermakna. Berkomunikasi. Mengapa hal ini penting? Dari berkomunikasi dengan orang lain kita akan mengetahui adakah masalah di sekitar kita, dan juga akan memiliki pandangan tentang apa yang harus kita lakukan.
            Jika selama ini kita menganggap fokus passion ada pada diri sendiri, lalu mengapa kita harus berkomunikasi dengan orang lain? Passion tak boleh berhenti untuk diri sendiri. Passion harus berkembang menjadi mission. Caranya? Setelah mengetahui passion kita melalui passion map, ‘pertemukan’ dengan apa yang dibutuhkan sekitar kita? Apa yang dapat kita lakukan dengan passion yang kita miliki?. Jika keduanya bertemu, kita akan mendapatkan mission. Misi yang harus kita perjuangkan, bukan lagi untuk diri sendiri, tetapi juga untuk banyak orang. dan, voila! Tujuan hidup yang tadi katanya ingin membagikan manfaat pada banyak orang, akan tercapai.
            Produktifitas passion dapat dinilai dari seberapa besar keinginan kita tuk melakukan aktifitas yang berhubungan dengan passion kita, bukan sekadar sibuk membicarakannya saja. Apalah artinya kita sering bilang kalau kita passion dalam bidang kepenulisan, tapi kita tak mau membiasakan menulis dan malas membaca buku? Passion yang dilanjutkan dengan aktifitas akan membuat kita konsisten dan ahli pada bidang yang menjadi passion kita. Nah, kalau kita mau menjadi ahli, perjuangkan. Bukan hanya diperbincangkan.
            Mengapa passion harus membuat kita merasa memiliki outcome? Outcome yang saya maksud bukan hanya berupa materi dan keuntungan, tetapi melihat seberapa besar passion kita memberikan dampak positif dan memiliki makna besar bagi banyak orang. Passion yang berkembang menjadi misi akan menciptakan kreatifitas yang akan terus berkembang. Perkembangan passion lambat laun akan menciptakan jaringan yang meluas. Nah, jaringan yang terbentuk ini, bagi saya, adalah salah satu outcome dari passion. Namun sebetulnya, membangun jaringan itu yang kayak gimana, sih? Jaringan adalah tentang siapa saja yang mengetahui kita. Bukan siapa saja yang kita ketahui. Coba baca dengan seksama. Semoga paham perbedaannya. Lalu, jaringan seperti apa yang harus terus kita pelihara untuk menjadi kekuatan kita? Kita tak boleh lupa dengan inner circle. Waduh, apa lagi itu? Inner circle atau lingkaran pusat adalah 7 hingga 21 orang terdekat yang memiliki pengaruh dalam hidup kita. Mereka sangat penting dalam mengembangkan passion karena memiliki intensitas lebih dalam hidup kita dan mempengaruhi kita dalam setiap keputusan dan aktifitas yang kita pilih. Jadi, temukan orang-orang keren di inner circle-mu dan jangan jadi orang yang paling keren. Kenapa? Kalau kita menjadi orang yang paling keren, kita akan malas belajar dari orang lain.
            Passion tak dapat lepas dari segala hal yang kita anggap benar dan membuat kita bahagia saat menjalaninya. Selamat mencari passion dan menemukan kebahagiaan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berani Bikin Mimpi, Berani Mewujudkan (cerita saya tentang #30HariMenulisNovel)

Tuhan memang sutradara kehidupan manusia. Ia selalu Maha Baik dan Maha Cinta tiada terkira. Buktinya Dia selalu memberi kesempatan manusia untuk mempunyai mimpi dan mewujudkannya. Saya selalu ingat, “berani membuat mimpi harus berani mewujudkan”. Ya, rasanya percuma kita berpikir keras untuk menciptakan mimpi-mimpi yang sangat indah jika kita bayangkan hal itu akan tercapai, tetapi kita keenakan membayangkan sampai lupa mewujudkannya.

                Satu lagi ‘anak tangga’ yang akhirnya baru mulai saya lewat. Ini berawal dari kekaguman saya kepada Pak Dahlan Iskan. Selama ini banyak yang bertanya, “kenapa sih, Dahlan Iskan?”. Jawabannya cukup saya yang tahu. Karena kalaupun saya share, tiap orang punya pandangan beda-beda, bukan?

                Saya sama seperti anak muda lainnya, ingin sekali bertemu dengan orang yang diidolakan. Walaupun saya kagum dengan Pak Dahlan, perlu di ketahui saya selalu gagal menghadiri macam-macam seminar nasional yang mengha…