Langsung ke konten utama

Dan, Menunggu Tak Berarti Takut Berjalan.

Ribuan mata seolah berkata bahwa menunggu begitu membosankan.
Beberapa sorotnya mengatakan bahwa menunggu tak seharusnya dilakukan.
Padahal, menunggu tak berarti diam tanpa tujuan.
Ia sedang menanam kesabaran.
Berjalan senyap agar makin bertahan.
Mungkin tiada daya dan keberanian nampak bak Khadijah yang berperan.
Namun doanya tak mampu melepaskan.
Menunggu adalah upaya tuk menyampaikan, pada Yang Maha Memiliki dan Memersatukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghina (Guru) mu.

Renungan hari ini.Hari ini kita terlampau sering menemukan orang-orang yang sibuk memaki. Lebih dahsyat, yang dimaki ini guru bagi banyak orang, walau baginya, ya, dia bahkan tak tahu siapa yang sedang dimaki.Seringkali kita mengingatkan diri, bahwa ada banyak pesan dan amalan yang kita dapatkan dari guru. Bahkan guru pula yang menjadi salah satu tauladan bagi kita. Kita contoh. Lantas kemudian kita akan sedih dan sakit bila guru kita dimaki dengan mudahnya.Lebih dalam lagi, saya berpikir. Mereka yang memaki ini bukan berarti tidak tahu betapa pentingnya meneladani seorang guru. Bukan berarti ia tak punya guru. Ia tentu punya guru, hanya tak sama dengan kita.Guru kita bukanlah guru baginya. Barangkali itu yang kemudian membuat ia sangat enteng berkata kasar hingga meremehkan.Maka, di balik rasa sedih dan sakit kala melihat guru kita dimaki dan dihina, semoga kita tak lupa bersyukur. Bersyukur karena guru kita tak pernah memberi dan menjadi contoh bagaimana memaki dan menghina, sehingg…