Langsung ke konten utama

Tujuan

Tiap jejak yang menjejali bumi,
Tak pernah mampu dustai nurani.
Tanjakan yang harus didaki,
Terkadang jadi ajang gembleng diri.

Kekhawatiran,
Keraguan,
Keterancaman,
Kesenduan,

Ada yang terlalu mendengar,
Atau memikirkan hingar bingar.
Anggapan dianggap benar,
Atau mampu tumbuh tegar.

Memilih itu hakikat, kan, Tuhan?
Mengapa ada yang tak lelah mempertanyakan?
Manusia Kau ciptakan dengan amanah yang diemban.
Memaknai tujuan dengan kehambaan.

Sebab tiada daya tanpa suratan,
Sandi di tiap pintu kehidupan,
Sebagai buktiMu tentang keEsaan.
Sampai kupahami, Kau adalah tujuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berani Bikin Mimpi, Berani Mewujudkan (cerita saya tentang #30HariMenulisNovel)

Tuhan memang sutradara kehidupan manusia. Ia selalu Maha Baik dan Maha Cinta tiada terkira. Buktinya Dia selalu memberi kesempatan manusia untuk mempunyai mimpi dan mewujudkannya. Saya selalu ingat, “berani membuat mimpi harus berani mewujudkan”. Ya, rasanya percuma kita berpikir keras untuk menciptakan mimpi-mimpi yang sangat indah jika kita bayangkan hal itu akan tercapai, tetapi kita keenakan membayangkan sampai lupa mewujudkannya.

                Satu lagi ‘anak tangga’ yang akhirnya baru mulai saya lewat. Ini berawal dari kekaguman saya kepada Pak Dahlan Iskan. Selama ini banyak yang bertanya, “kenapa sih, Dahlan Iskan?”. Jawabannya cukup saya yang tahu. Karena kalaupun saya share, tiap orang punya pandangan beda-beda, bukan?

                Saya sama seperti anak muda lainnya, ingin sekali bertemu dengan orang yang diidolakan. Walaupun saya kagum dengan Pak Dahlan, perlu di ketahui saya selalu gagal menghadiri macam-macam seminar nasional yang mengha…