Langsung ke konten utama

Rahasia

Tidak perduli seterbuka apa orangnya, yang namanya rahasia akan tetap menjadi rahasia.
Ia disimpan, bukan untuk dibagikan.
Namanya juga rahasia.
Tak jarang ia hanya ramai dirundung kabar burung.
Namun, senyatanya ia tetap diam di tempat semestinya, tersembunyi.
Seringkali ia dikelilingi bisik.
Tapi, ya, namanya juga rahasia.
Makin dicari, makin keras dia coba bersembunyi.
Dibiarkannya asumsi yang tak pernah usai, padahal tak perlu juga sibuk berpikir dan berprasangka.
Sayangnya, soal rahasia ini, tak sedikit yang belum sadar bahwa akan selalu ada yang hanya perlu disimpan.
Tak perlu dicari tahu, apalagi diberitahukan.
Iya, namanya juga rahasia.
Biarkan ia muncul sekadar mengawang, jangan harap ia hadir dengan gamblang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghina (Guru) mu.

Renungan hari ini.Hari ini kita terlampau sering menemukan orang-orang yang sibuk memaki. Lebih dahsyat, yang dimaki ini guru bagi banyak orang, walau baginya, ya, dia bahkan tak tahu siapa yang sedang dimaki.Seringkali kita mengingatkan diri, bahwa ada banyak pesan dan amalan yang kita dapatkan dari guru. Bahkan guru pula yang menjadi salah satu tauladan bagi kita. Kita contoh. Lantas kemudian kita akan sedih dan sakit bila guru kita dimaki dengan mudahnya.Lebih dalam lagi, saya berpikir. Mereka yang memaki ini bukan berarti tidak tahu betapa pentingnya meneladani seorang guru. Bukan berarti ia tak punya guru. Ia tentu punya guru, hanya tak sama dengan kita.Guru kita bukanlah guru baginya. Barangkali itu yang kemudian membuat ia sangat enteng berkata kasar hingga meremehkan.Maka, di balik rasa sedih dan sakit kala melihat guru kita dimaki dan dihina, semoga kita tak lupa bersyukur. Bersyukur karena guru kita tak pernah memberi dan menjadi contoh bagaimana memaki dan menghina, sehingg…