Langsung ke konten utama

Lingkaran Konfirmasi

"Nggak semua hal perlu kamu konfirmasi, karena kebenaran bukan cuma soal berapa orang yang percaya."

Yap! Memelihara kepercayaan rasanya lebih sulit daripada membuat orang lain percaya. Eh, sorry, atau sebetulnya begini:

Memelihara kepercayaan lebih penting daripada membuat orang lain percaya.

Kalau waktumu habis untuk memberikan konfirmasi, sudah waktunya kamu 'menampar' diri untuk mengkaji sudut pandang. Percayalah, semua akan terkonfirmasi asal kamu fokus memelihara keyakinan dan paham betul mengapa kamu percaya terhadap sesuatu..., atau seseorang?

Jaga energimu untuk hal-hal substantif, dan jangan biarkan perasaanmu justru berlarut pada hal-hal sepele yang ternyata membuatmu kecewa.

Jangan pelihara hal itu.
Bila ada yang kamu upayakan, tetapi niatmu tak diterima dengan baik, diam atau menepilah.
Tak perlu kecewa sebab tujuanmu bukan membuat orang lain percaya, jaga dirimu agar segala hal yang kamu awali dengan baik pun dapat kamu jalani dan selesaikan dengan baik.

Akan selalu ada yang nggak bisa sepakat dengan penjelasan, dan ada pula waktumu untuk berhenti menjelaskan dan berjalan sesuai niat yang kamu upayakan.

Menjaga perasaan orang lain itu penting, tapi, menjaga dirimu adalah hal yang utama.

Selamat bertahan dengan baik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berani Bikin Mimpi, Berani Mewujudkan (cerita saya tentang #30HariMenulisNovel)

Tuhan memang sutradara kehidupan manusia. Ia selalu Maha Baik dan Maha Cinta tiada terkira. Buktinya Dia selalu memberi kesempatan manusia untuk mempunyai mimpi dan mewujudkannya. Saya selalu ingat, “berani membuat mimpi harus berani mewujudkan”. Ya, rasanya percuma kita berpikir keras untuk menciptakan mimpi-mimpi yang sangat indah jika kita bayangkan hal itu akan tercapai, tetapi kita keenakan membayangkan sampai lupa mewujudkannya.

                Satu lagi ‘anak tangga’ yang akhirnya baru mulai saya lewat. Ini berawal dari kekaguman saya kepada Pak Dahlan Iskan. Selama ini banyak yang bertanya, “kenapa sih, Dahlan Iskan?”. Jawabannya cukup saya yang tahu. Karena kalaupun saya share, tiap orang punya pandangan beda-beda, bukan?

                Saya sama seperti anak muda lainnya, ingin sekali bertemu dengan orang yang diidolakan. Walaupun saya kagum dengan Pak Dahlan, perlu di ketahui saya selalu gagal menghadiri macam-macam seminar nasional yang mengha…