Langsung ke konten utama

#JumuahBerfaedah - Memelihara Kekosongan

Di dunia yang riuh ini, ada saja manusia yang justru merasa butuh menepi sejenak. Bisa dibilang menyendiri. Dulu, orang-orang yang menyendiri ini selalu dianggap aneh. Un-social.
Namun, hari ini, kita semua makin sadar bahwa 'kekosongan' itu perlu dipelihara. Mengosongkan diri dari hiruk-pikuk sekitar, termasuk keriuhan dunia, lalu menyelami diri sendiri. Dalam fase menyendiri atau mengosongkan diri, tanpa kita sadari, sebetulnya kita justru sering diingatkan tak ada yang betul-betul kosong dan kita hadapi sendiri.
Perlu sekat jelas tentang hal ini. Menepi dari keramaian, tapi memastikan bahwa relung-relung diri justru makin terisi dengan 'suaraNya'. Makin banyak yang kembali diserahkan, makin lapang pula diri dari kekecewaan.
Sejatinya, manusia yang sedang menyingkirkan diri memang rata-rata malah untuk menyiptakan waktu berkualitas bagi jiwa dan Tuhannya. Ibaratnya, bila kita ingin punya waktu ngobrol lebih banyak dengan si A, maka waktu bersama si B dan lainnya akan berkurang.
Begitu pula dengan kita pada Tuhan. Memelihara kekosongan sebenarnya bukan cuma menepi dari semua orang, tapi, mari lengkapi dengan menguatkan 'obrolan' denganNya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menghina (Guru) mu.

Renungan hari ini.Hari ini kita terlampau sering menemukan orang-orang yang sibuk memaki. Lebih dahsyat, yang dimaki ini guru bagi banyak orang, walau baginya, ya, dia bahkan tak tahu siapa yang sedang dimaki.Seringkali kita mengingatkan diri, bahwa ada banyak pesan dan amalan yang kita dapatkan dari guru. Bahkan guru pula yang menjadi salah satu tauladan bagi kita. Kita contoh. Lantas kemudian kita akan sedih dan sakit bila guru kita dimaki dengan mudahnya.Lebih dalam lagi, saya berpikir. Mereka yang memaki ini bukan berarti tidak tahu betapa pentingnya meneladani seorang guru. Bukan berarti ia tak punya guru. Ia tentu punya guru, hanya tak sama dengan kita.Guru kita bukanlah guru baginya. Barangkali itu yang kemudian membuat ia sangat enteng berkata kasar hingga meremehkan.Maka, di balik rasa sedih dan sakit kala melihat guru kita dimaki dan dihina, semoga kita tak lupa bersyukur. Bersyukur karena guru kita tak pernah memberi dan menjadi contoh bagaimana memaki dan menghina, sehingg…